Sunday, December 7, 2008

Cerpen

Cerpen

Bude Asih Peneliti Tanaman Obat[1]
Karya Puji Sumedi Hanggarwati


Sekar berlari-lari kecil mengejar burung kutilang yang bertengger di dahan pohon mangga. Sekar terpana melihat keidahan bulu burung kutilang itu.
“Subhanallah, bulunya mengkilat. Paruhnya kuning. Hmm, ternyata lantang suaranya tak sebanding dengan ukuran tubuhnya.,” batin Sekar .
“Sekar, sarapan yuk” ajak Dinda sepupu Sekar.
Ya, sejak 2 hari lalu Sekar berlibur di rumah Bude Asih di Malang. Bude Asih adalah peneliti yang bekerja di Balai Tanaman Obat. Sekar betah sekali di rumah budenya.
“Iya, Mbak. Sebentar lagi,” kata Sekar.
“Jangan lama-lama ya” kata Dinda mengingatkan.
Hari itu adalah kali pertama Sekar akan diajak ke Kebun Tanaman Obat. Di sana ada sekitar 400 tanaman obat yang diteliti dan dikembangkan oleh Bude Asih dan pegawainya.
“Assalamu’alaikum, Mbak Dinda” sapa sorang lelaki setangah baya.
“Wa’alaikumsalam, silakan masuk Lek Diran. Maaf, kami sarapan dulu, ya,” Kata Dinda.
“Ndak apa-apa, kudanya juga lagi makan kok Mbak,” kata Lek Diran.
“Tuh Lek Diran sudah datang.”
“Lek Diran itu siapa Mbak Dinda?” Tanya Sekar.
“Itu pegawai ibu. Dia kusir yang mengantarkan kita ke kebun.”
“Ooo. Kita makan di delman saja Mbak,” usul Sekar.
“Idih, bau lagi.”
“Kali aja Mbak Dinda sudah terbiasa.”
“Eh, Non. Meski kita tinggal di kampong, masih punya etika tau,” kata Mbak Dinda cemberut.
“Maaf, maaf. Bercanda Mbak,” kata Sekar.
Delman yang membawa dua gadis kecil itu melewati pinggir sawah. Tampak Gunung Semeru menjulang tinggi.
“Mbak Sekar krasan disini?” Tanya Lek Diran.
“Iya, Lek,” kata Sekar.
“Mas dan Mbak mahasiswa juga sering kemari. Mereka juga selalu bilang disini enak. Bu Asih baik, sih,” kata Lek Diran.
Tampaknya dari jauh, Bude Asih sedang memberikan pengarahan kepada pegawainya.
“Bude sedang apa Mbak?” Tanya Sekar.
“Ya, itu tugas ibu sehari-hari.”
“Bu Asih itu hebat Mbak Sekar. Kalau sudah di Lab, ia sampai malam. Tapi kalau ada orang datang minta pertolongan, malam-malam juga bangun. Pernah saya mengantar Bu Asih mengobati orang di kampung yang jauh. Padahal jam 2 malam,” cerita Lek Diran. Sekar mengangguk-angguk.
“Subhanallah, Bude Hebat ya” batin Sekar.
Bude Asih memang wanita yang hebat. Lebih dari tigapuluh tahun ia mengabdikan diri pada tanaman obat. Bude baru dikaruniai anak pada usia yang cukup tua karena kesibukannya meneliti.
Setibany di kebun obat, tampak di kanan kiri jalan pohon alang-alang dan putri malu.
“Bude mengapa alang-alang dan putrid malu ini dibiarkan tumbuh? Durinya kan berbahaya,” kata Sekar.
“O, o. Itu bukan tanaman liar, Sayang. Itu obat,” kata Bude Asih.
“Untuk apa Bude?” Tanya Sekar.
“Putri malu berguna untuk mengobati sulit tidur dan rematik. Itu lho, penyakit yang biasa diderita oleh orang tua.”
“Kalau alang-alang?”
“Sekar pernah mimisan?” Tanya Bude Asih.
“Sinta teman sekilah Sekar pernah mimisan. Ada darah keluar dari hidungnya. Ih, ngeri,” kata Sekar.
“Nah, daun alang-alang ini bisa menyembuhkan mimisan,” kata Bude Asih.
Dari jauh tampak Lak Diran berlari-lari kecil.
“Ada apa Lek Diran, Bu?” tanya Dinda.
“Mungkin ada tamu.”
Dari jauh tampak dua mobil putih berhenti di depan kebun.
“Oh, maaf. Ibu punya janji. Maaf ya Sekar. Bude harus menemui tamu.”
“Mereka siapa Bude?”
“Mungkin bapak-bapak dari farmasi. Dinda, ajak Sekar bermain ya.”
“Tenang, Bu. Dinda mau ajak Sekar cari daun lidah buaya. Nanti kita bikin manisan lidah buaya. Minuman enak dan berkhasiat menyembuhka sariawan dan panas dalam,” kata Dinda.
“Oke deh!” kata Sekar bersemangat.
“Bude Asih memang bukan wanita biasa,” kata Sekar dalam hati.



Menandai Kata-kata Sulit dan Menerjemahkannya

Mimisan : Penyakit dengan darah yang keluar dari hidung
Lidah Buaya : Janis tanaman yang memiliki duri; memiliki banyak khasiat


Pesan Tersirat

Pengobatan tradisional (tanaman obat/herbal) dapat merupakan salah satu alternative penyembuhan penyakit.

Pesan Pengarang

Agar pembaca dapat mengetahui manfaat-manfaat berbagai tanaman untuk kesehatan.

[1] Sumber: Majalah “Aku Anak Saleh” edisi IX April-Mei 2003 hal. 12-13

No comments: