That Silent Summer
“Saat Kata-kata Tidaklah Cukup”
A. Sinopsis:
Kami Mulai memanggilnya Minnow sejak kami sadar dia berbakat berenang. Dalam sejenak semua orang di sekitar Danau Birch memanggilnya Minnow. Minnow datang ke pondok kami pada Musim Panas Dayung Ungu.
Kejadiannya sudah lama sekali. Sekitar 5 tahun yang lalu. Waktu itu aku belum suka membuat catatan. Jadi, kalau ada fakta-fakta yang tertinggal, kalian tidak akan tahu, karena kalian kan tidak ada di sana.
Musim Panas Dayung Ungu adalah musim panas yang indah bagiku. Walaupun pada awalnya tidak begitu. Minnow merengek ketika pertama kali datang ke pondok kami. Minnow tidak mau tinggal di pondok kami. Lagipula, mana ada anak yang mau menghabiskan liburan musim panasnya bersama 3 orang tua yang tinggal menunggu ajalnya ini. Minnow adalah tipe gadis kota yang menyukai jalan tol, rumah bagus, game computer, dan kamar yang didekor dengan sebegitu indahnya.
Kami menuju ke dermaga dan melambai ke pondok. Tetapi, Minnow tak bergeming. Saat itulah Yanny teringat pai raspberry. Yanny adalah nenek Minnow. Yanny juga adikku yang lahir 5 tahun seteleah aku. Lalu ada juga Cliff. Cliff juga adikku. Ia lahir 5 tahun setelah Yanny. Dan aku, namaku Anna. Aku berhenti berbicara sejak bertahun-tahun yang lalu. Kami bertiga tinggal di pondok kayu di puncak bukit, sebelah utara Danau Birch.
Adikku Cliff tersaruk-saruk menghampiri Minnow. Ia ingin membacakan puisi karyanya sendiri kepada Minnow. Puisi itu dipersembahkan untuk Gabby G. Cooper. Ya, itu nama asli Minnow. Nama Minnoiw itu lebih baik dari nama Gabby. Mana ada orang tua yang mau member nama anaknya seperti itu. Mungkiln tidak untuk ibu Minnow. Ya sudah lah, itu cerita lain.
Esoknya, Yanny mengajak Minnow untuk menemaninya bersampan ke Pulau Piknik. Pulau Piknik adalah sebuah pulau yang berada di tengah-tengah Danau Birch. Pulau itu sangat indah. Minnow mengikuti Yanny ogah-ogahan. Yanny menunjuk kea rah burung loon, berharap cucuknya itu akan sedikit tertarik dengan danau ini. Benar saja, ketika seekor loon menyelam untuk mencari makan, sekitar setengah menit, Minnow mulai berhenti melempar batu pink dan mulai mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru danau, mencari loon yang hilang itu. Ketika loon itu muncul lagi, Minnow terlihat kaget. Kelihatannya, ia mulai tertarik dengan danau ini. Juga liburan musim panas ini tentunya.
Esok hari, Yanny membuatkan pai lamon meringue. Yap, itu adalah pai kesukaan Minnow. Tapi, Yanny tidak sempat memakan pai itu. Tidak sesendok pun. Telepon bordering. Yanny yang mengangkatnya. Setelah ia meletakkan gagang telepon, diam-diam ia meninggalkan pondok. Cliff menyusul. Sejurus kemudian ia kembali dengan kepala tertunduk, dan mengartakan bahwa Maude telah meninggal. Ia meninggal dalam tidurnya. Yanny sangat berduka. Tetapi, setelah pulang dari pemakaman, ia menerima sebuah dayung. Dayung itu adalah Dayung Ungu, dayung buatan tangan Maude. Yanny sangat menyayangi dayung itu.
Oiya, aku belum menceritakan padamu tentang Bow Bow Pom Pom. Bow Bow Pom Pom adalah boneka badut kesanyangan Minnow. Menurutku, Minnow sudah terlalu besar untuk bermain dengan Bow Bow Pom Pom. Boneka itu terlihat kotor dan using. Tapi, Minnow saying sekali padanya.
Minnow belajar berenang. Dan ketika ia sudah mencapai alang-alang, aku bertepuk tangan. Minnow melambai dan membalas senyum kepadaku. Ia berenang kembali ke tepi danau dan naik ke atas batu, mengeringkan tubuhnya di bawah sinar matahari.
Aku mendengar bunyi dentuman kayu dan gergaji di teluk sebelah. Sesuatu sedang berlangsung disana, itu jelas, sesuatu yang bakal membuat Yanny waspada. Yap, Yanny muncul di tepi danau dengan menjinjing tiga dayung –dayung ungu, dayung kayu yang sudah retak, dan dayung anak-anak- Ia memakai jaket pelampung diatas gaun kembang-kembangnya. Ia mengajak aku dan Minnow untuk mendayung ke Pulau Piknik, melihat apa yang sedang terjadi di teluk sebelah. Sambil mendayung, Tanny menceritakan tentang pengalamannya berkemah bersama Maude di Pulau Piknik, sambil sesekali mengomentari caraku mendayung. Kami sampai di pulau tepat katika Yanny menyelesaikan ceritanya. Ia langsung turun dan berjalan cepat ke sisi seberang pulau. Aku dan Minnow menyusulnya.
Yanny terkejut bukan main ketika melihat apa yang ada di teluk seberang. Begitu pula dengan aku dan Minnow. Kami melihat sebuah bangunan megah. Seperti kastil. Ya memang kastil, kastil yang megah dan mewah. Yanny langsung mengajak kami mendayung ke sana. Kau tahu apa yang terjadi? Ternyata, semua pohon Birch telah habis dikuliti. Dan, kulit pohon Birch itu, dipakai untuk menutupi seluruh tembok luar kastil.
Yanny bergegas menuju ke rumah Montgomery Moore. Rumahnya tepat di sebelah kastil megah itu. Yanny menanyakan apa yang tela hterjadi. Awalnya Montgomery tidak mau menjawab. Memang, Yanny bertengkar hebat dengan Montgomery Moore karena Montgomery mengatai bunga Violet Yanny layu. Tapi, karena sedang menghadapi masalah seperti ini, Yanny mengalah. Ia mengakui kalau bunga Violet milik Montgomery Moore lebih bagus dan hidup dibandingkan dengan bunga Violet miliknya. Akhirnya, Montgomery menceritakan apa yang telah terjadi di senelah rumahnya itu. Setelah itu, Yanny bergegas pulang. Begitu juga aku dan Minnow.
Pada pertemuan dengan Montgomery Moore itu, Gabby (alyas Minnow) memperkenalkan diri. Montgomery bilang bahwa cucuk buyutnya akan datang minnu depan. Benar saja. Ketika Minnow sedang duduk di batu, datang seorang anak perempuan berambut biru. Ia menyapa Minnow dan mengajaknya berenag di danau. Tak kusangka, ia tau semua rahasiaku. Ia memberitahukan semuanya ke Minnow. Nama anak itu Stanley. Ia juga tipe anak kota seperti Minnow. Stanley terkikik ketika Minnow memperkenalkanku padanya.
Aku, Minnow, dan Stanley menuju ke teluk sebelah. Kami melewati kastil bermasalah itu. Disana terpampang jelas tulisan “Birchbark Castle : Di Mana Kau Bisa menjadi Bangsawan”. Kami pun menuju ke rumah Montgomery Moore untuk tahu lebih jelas tentang kastil itu. Ia memberitahukan bahwa wanita yang menaiki ski-doo tadi adalah pemilik kastil itu. Setelah Minnow puas bertanya-tanya, kami berdua pulang. Ternyata, itu adalah terakhir kalinya kami melihat rumah Montgomery Moore.
Esoknya, Stanley berkunjung lagi ke pondok kami. Ketika sedang asyik mengobrol, Yanny dan Cliff keluar dari pondok sambil berteriak kebakaran. Memang terlihat asap mengepul dari teluk sebelah. Yanny dan Cliff menyebrangi danau menggunakan sampan. Sementara aku, Minnow, dan Stanley menggunakan truk, melewati jalan raya. Tak kusangka, yang terbakar itu adalah rumah milik Montgomery Moore. Menurut Inspektur Bonnel, api bersumber dari kastil. Orang-orang di kastil membakar hotdog dan marshmallow tetapi kurang cermat mematikan apinya. Sehingga ketika angin bertiup, api terbawa angin ke rumah keluarga Moore. Untung saja ketika kejadian, Montgomery Moore sedang tidak di rumah, jadi ia selamat.
Untuk sementara. Montgomery Moore dan Stanley tinggal di pondok kami. Minnow bersedia meminjamkan Bow Bow Pom Pom miliknya kepada Stanley yang sedang dilanda kesedihan itu.
Tak terasa, musim panas sudah akan usai. Minnow berencana untuk berenang menuju Pulau Piknik, seperti yang dilakukan ibunya dulu. Dan ketika ia berenang, aku yang bersampan di sampingnya sekaligus mendampinginya. Dan ketika Minnow berhasil mencapai Pulau Piknik, kami (aku, Yanny, Cliff, Montomery, dan Stanley) memberikan ucapan selamat kepadanya. Yanny membuat pai yang sangat enak. Stanley memberikan Minnow gelang dengan manik-manik biru buatan sendiri.
Ada kejutan. Ibu Minnow, Mariane, kembali setelah sekitar 30 tahun tidak pulang. Dan menjelang akhir musim panas, Yanny, Mariane, dan Minnow bersampan ke Pulau Piknik. Tiga generasi dalam satu sampan.Sangat indah.
-TAMAT-
B. Tokoh dan Watak
Tokoh
Watak
Gabby G. Cooper / Minnow
Baik, periang, mudah berteman, suka menolong, tipe pekerja keras, tidah mudah menyerah
Anna
Baik, tidak pernah bicara, pengertian, ramah
Yanny
Baik, penyayang, keras kepala, berjiwa memasak, kukuh dengan pendirian
Cliff
Baik, pengertian, penyayang, puitis, suka menolong
Montgomery Moore
Baik, kadang menyebalkan, pengertian, tegar, ramah, tampan
Stanley
Baik, suka menolong, bosanan, periang, penyayang
Wanita pemilik kastil
Cukup baik, ramah, tidak mudah marah
C. Tokoh yang disukai
Saya menyukai tokoh Cliff karena ia tidak mudah menyerah dan suka menolong orang juga pengertian. Cliff itu baik hati.
D. Tokoh yang dilanjutkan Hidupnya
Saya akan melanjutkan hidup Anna. Pada akhirnya, Montgomery Moore melamar Anna. Wanita sekitar Danau Birch heran dan cemburu. Anna pun menerima lamaran Montgomery Moore. Mereka manikah, walaupun Anna lebih tua 5 tahun disbanding Montgomery Moore. Anna meniggal pada usia 95 tahun.
E. Lain-lain
Nama Pengarang : Elaine Medline
Tahun penulisan (asli): 1999
Tahun terbit(di Indonesia): Juli 2008
Jumlah halaman : 184 halaman
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke : 1 (pertama)
Sarah Astari (Ara) 7E / 35
Sunday, December 7, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment