Sunday, December 7, 2008

puisi

BAYI LAHIR BULAN MEI 1998

Dengarkan itu ada bayi mengea di rumah tetangga
Suaranya keras, menangis berhiba-hiba
Begitu lahir ditating tangan bidannya
Belum kering darah dan air ketubannya
Langsung dia memikul hutang di bahunya
Nama : Sarah Astari
Kelas : 7ERupiah sepuluh juta

Kalau dia jadi petani di desa
Dia akan mensubsidi harga beras orang kota
Kalau dia jadi orang kota
Dia akan mensubsidi bisnis pengusaha kaya
Kalau dia bayar pajak
Pajak itu mungkin jadi peluru runcing
Ke pangkal aortanya dibidikkan mendesing

Cobalah nasihati bayi ini dengan penataran juga
Mulutmu belum selesai bicara
Kau pasti dikencinginya.
1. Parafrasa
Coba dengar, ada bayi mengea di rumah tetangga. Suara tangisannya keras. Begitu lahir ditating tangan bidannya, walaupun darah dan air ketubannya belum kering. Tetapi, ia langsung memiliki utang sepuluh juta rupiah. Kalau dia jadi petani di desa, dia akan mensubsidi harga beras orang kota. Kalau dia jadi orang kota, dia akan mensubsidi bisnis pengusaha kaya. Kalau dia bayar pajak, pajak itu sendiri mungkin menjadi peluru runcing ke pangkal aortanya yang dibidikkan mendesing. Cobalah nasihati bayi ini dengn penataran juga. Saat mulutmu belum selesai bicara, kau pasti dikencinginya.

2. Pesan Pengarang
Pengarang puisi ini adalah Taufik Ismail. Menurut saya, pesan Taufik Ismail yang terkandung dalam puisi ini adalah bagaimana nasib dan kehidupan seorang anak yang lahir pada bulan Mei 1998, ketika sedang terjadi peristiwa pemberontakan masyarakat.

No comments: