Sunday, December 7, 2008

Ujian Praktek

Ujian Praktek Bahasa Indonesia
Menceritakan Pengalaman yang Mengesankan

Lem Tikus

Ini terjadi ketika liburan pergantian semester pada kelas 6. Saat itu saya dan keluarga saya pergi berlibur ke rumah kakek dan nenek saya di Margahayu, Bandung, Jawa Barat. Rencananya kami akan menginap di sana.
Perjalanan kami mulai pada pagi hari. Tujuannya agar tidak terjebak macet. Perjalanan menuju Bandung enghabiskan waktu sekitar 3 jam.
Ada kejadian menarik ketika sampai di Bandung. Ketika sampai, saya dan adik-adik saya langsung menuju ke ruang tv karena ada acara yang ingin kami tonton. Saking terburu-burunya, saya melewati lorong di bagian samping rumah.
Saya tidak tahu kalau tadi malam, kakek saya memasang perangkap tikus berupa lem yang sangat rekat. Lem itu di oleskan pada sebuah papan triplek. Dan papan triplek itu sendiri diletakkan di lorong yang saya lewati.
Karena terburu-buru itu, saya berlari melewati lorong itu. Saya berlari dan merasakan ada sesuatu yang menempel di kaki kanan saya. Langkah saya menjadi berat. Ketika saya melihatnya, ternyata tanpa sadar saya telah menginjak lem perangkat tikus itu!
Saya berteriak histeris. Ayah dan tante saya datang menemiau saya. Mereka hanya tertawa melihat kaki saya menempel pada lem tikus. Mereka berkata, “tikusnya gede banget”. Saya hanya mengeluh-eluh.
Kemudian, tante saya mencoba untuk melepaskan papan triplek itu sari kaki kanan saya. Namun, lemnya terlalu rekat. Maklum lah, namanya juga lem tikus. Tante saya mencoba untuk menariknya, namun malah kaki saya yang sakit.
Akhirnya tante saya mengambil sebilah pisau dari dapur. Papan triplek di kaki saya ditarik sedikit oleh ayah saya, dan tante saya mencoba memotong rekatan-rekatan lem yang menempel di kaki saya. Walaupun terlihat ngilu, tapi syukurlah lem dan papannya bias lepas.
Walaupun papan dan lemnya sudah lepas, tapi di kaki saya masih ada sisa-sisa rekatan dari lem itu. Terpaksa saya berjalan terpincang-pincang karena jika sayamenapakkan kaki kanan saya ke lantai, kaki saa akan menempel di lantai.
Saya mnuju ke kamar mandi dan mencuci lem di kaki saya sebersih mungkin. Tapi, tetap saja ada sisa-sisa lem yang merekat. Saya berusaha terus mencuci kaki saya, namun masih ada sisa juga. Ya sudahlah saya biarkan saja.
Lem itu menempel di kaki saya selama beberapa hari. Sangat menyiksa. Tapi, lama-kelamaan lem itu hilang juga dari kaki kanan saya.
Pengalaman ini sungguh menggelikan. Sekarang saya sadar bahwa tak perlu terburu-buru. Lebih baik pelan-pelan daripada buru-buru tapi celaka.

No comments: